TAMAK

Source:Google
Mari berbicara tentang harta yang mentamakkan.

Manusia yang tamak akan harta telah disinggung Allah jauh-jauh hari dalam surah ke 100 dalam al-quran. Bagaimana dengana danya harta seseorang terkadang mengingkari pemberian Allah bahkan sampai tidak menyadari bahwa semuanya hanya merupakan titipkan Allah.
Tahta,Harta dan Wanita

Memang merupakan hal yang kerap kali dianggap sangat mudah membutakan manusia. Harta yang berlimpah, semua yang diinginkan mudah untuk didapatkan. Banyak diantara kita sesama dalam keadaan kesusahan; susah dalam membeli sesuatu yang memang diperlukan, susahkan dalam membeli sesuatu yang sangat diinginkan, susah bergerak keluar kota atau Negara karena tidak ada uang. Saat-saat seperti itu kita mengakui dan masih mengingat Sang Pencipta dengan senantiasa beribadah, Tapi setelah mendapat gelar Orba*OrangKayaBaru saying seribu sayang al-quran yang dulunya setiap hari dibaca kini dibaca disetiap bulan ramadhan atau bahkan lebih parah nya hanya tinggal berdebu dalam lemari dengan harga yang selangit. Dhuha yang dulunya selalu dilaksanan sebelum beraktivitas kini sudah tidak ada lagi karena tengah sibuk akan urusan dunia yang nanti nya akan menambah pundi-pundi kekayaan. Sholat Fardhu yang dulunya selalu didirikan diawal waktu kini selalu dikerjakan diakhir waktu. Yahh semua karena nya, si Harta. Kekayaan. Kejayaan duniawi.

TAPI

Tidak sedikit pula saudara kita diluar sana yang setelah bertambah rezeki nya justru bertambah pula keimanan nya, tambah kuat pula pondasi agamanya. Yang seperti inilah yang namanya berhasil. Berhasil mengalahkan godaan setan yang dengan kurang ajarnya menyesatkan kita dengan alibi harta yang banyak. Godaan setan memang tidak bisa kita hentikan, karena memang hanya itu tugasnya, kalau setan tidak menggoda dan menyesatkan manusia maka itu namanya setan pengangguran. Dan setan dari zaman Nabi Adam memang sedang bekerja sama dengan sesamanya untuk menemukan kawannya,temannya,se-gengnya yang saat ini masih dalam wujud manusia.

Manusia apabila ia baik maka ia bisa melampaui malaikat. Dan apabila dia sesat/jahat maka jahatnya  bisa juga melampaui bejat/jahat nya setan

Pernah dengar itu? Malaikat&Setan pilih aja nih. Tapi yakin dan percaya pasti kebanyakan dari kita firikirnya tidak perlu sebaik malaikat, yang sedang-sedang saja yang penting masuk surga. Jadi ibadahnya tidak perlu yang banyak-banyak yang selow aja. Santai aja.. yang wajib aja. Surga itu banyak tingkatan nya, semakin banyak timbangan amal kebaikan kita maka semakin tinggi pula surga yang kita tempati. Dan diriwayatkan entar kalau kita sudah merasakan surga. Surga yang paling bawah deh, maka dengan sangat menyesal kita akan mengatakan seandainya dulu saya lebih giat ibadahnya, seandainya dulu saya lebih rajin ibadahnya… begitu seterusnya seandainya …. Pasti saya bisa tinggal disurga yang tertinggi.

 #Wallahuallam


Comments

Popular posts from this blog

Review Wirda Mansur's 4th book "Remember me & I will Remember you"

MODERASI BERAGAMA DI ERA 4.0

Lirik lagu dan arti Gravity oleh Sara Bareilles