Belajar dari Bunglon



          Tau bunglon ? sometimes I was wondering is there is no another ways bagi bunglon untuk melindungi diri mereka dari para “pemangsa”. I mean dari semua hewan yang saya tau bunglon salah satu the weird one. Berubah warna sesuai lingkungan untuk mengelabui para pemburu nya. Yesterday I got an unexpected lesson from unexpected time. Relate dengan kemampuan yang Allah berikan kepada si bunglon sebagai manusia dan sama-sama hasil ciptaan-Nya  ada sesuatu yang bisa saya tangkap dari hal ini. manusia selain sebagai makhluk individu juga merupakan makhluk sosial. So willy nilly kita akan bertemu dan berurusan dengan banyak orang.

Di lain sisi, disaat kita sedang berada di lingkungan yang baru, bertemu dengan orang yang baru, suasana dan hal baru lain nya akan membuat kita kemudian merasa insecure, dan yah.. decide untuk still silent. Padahalkan itu justru opportunity yang bagus untuk kita. Jadi apa hubungan nya dengan si bunglon ?

Saya melihat usaha bunglon melindungi dirinya meski dalam keadaan ataupun di lingkungan yang baru merupakan hal yang patut kita contoh. Tidak menjadikan hal baru yang kita dapatkan sebagai sebuah pressure yang justru membuat kita down.

Hari sabtu dan ahad kemarin saya bertemu orang-orang yang seperti ini. mereka bergabung dengan sekolompok orang yang didalam nya each of them are different. Tapi beliau-beliau ini mampu mampu dan tidak malu dengan mudah dan santai nya bergabung dan menyatu satu sama lain. Mampu membuat orang disekitar nya merasa comfort dan sangat respect others.

So as a conclusion, wherever you are don’t be insecure and face it. Respect others. Help others. karena jika kita meringankan beban orang lain, maka Allah juga akan meringankan beban kita. J

Comments

Popular posts from this blog

Review Wirda Mansur's 4th book "Remember me & I will Remember you"

MODERASI BERAGAMA DI ERA 4.0

Lirik lagu dan arti Gravity oleh Sara Bareilles