BUMI PUN LELAH ...



            Innalillah wa Innalillahi Rojiun
                        Beberapa hari yang lalu, tanggal 22 desember 2018. Kita semua dikejutkan dengan pemberitaan tsunami yang terjadi di Laut Anyer. Seketika di siang hari yang menurut salah satu korban selamat,  Kesaksian Korban Selamat Tsunami Laut Anyer .. hari yang cerah, beberapa kali beliau mendengar suara aneh, yang menurut beliau mungkin  dari Gunung  Anak Krakatau.
Bumi lelah..
 Dalam kurun waktu satu tahun ini,sudah sangat banyak peristiwa alam yang membuat kita resah.. entah ini merupakan peringatan dari sang Khalid, atau memang sebagai pertanda  bumi sudah tua. Apapaun itu tentu nya ini semua menjadi bahan intropeksi kita ke depan nya …
Bumi lelah..
            Karenanya, alam memperlihatkan sedikit kuasa Allah SWT, menghapuskan keindahan-keindahan yang telah kita kerjakan selama ini, meruntuhkan bangunan-bangunan dan spot-spot yang mungkin kita dambakan selama ini, mengambil orang yang kita sayang sebagai pertanda.. bahwa semua nya adalah milik Nya, memberi kita luka untuk mengingatkan kita bahwasanya kesahatan yang kita dapatkan selama ini juga merupakan rezeki yang dititipkan oleh Nya.
Bumi lelah ..
            Karena usaha para saudara-sauadara kita yang berjuang untuk membawa kita semua kejalan yang benar  mungkin sudah tidak di dengar lagi. para ulama yang benar-benar berjuang untuk membantu kita agar bisa bersama-sama menjadi penduduk surga sudah bagaikan angin lewat.. yang kalau sudah didengar .. sekejap sadar, tapi yahh hanya sekejap.. Astagfirullah
Bumi lelah..
            Karena .. kebesaran-kebesaran yang telah Allah SWT tunjukkan di alam belum cukup untk kita memahami dan menysukuri bahwa kita hanya penumpang dan semantara disini. Lupa untuk menyiapkan bekal kita untuk kehidupan selanjutnya, Allah masih menyayangi kita karena masih mengingatkan kita untuk mempersipakan diri sebelum nanti nya kita menghadap dengan Nya.
            Dalam ceramah ustadz Khalid Basalamah,, beliau menjelaskan bahwa setiap hari air laut meminta izin kepada Allah untuk menghabiskan manusia. Tapi Allah menahan, karena diantara kita.. masih ada saudara-saudara kita yang senantiasa mengingat Allah.. senantiasa berjuang untuk mengumpulkan bekal akhirat mereka.  masih ada diantara kita.. saudara-saudara kita yang takut dan berharap kita semua bisa berkumpul di Jannah nya Allah.  Gempa dan Tsunami yang kita hadapi selama ini , marilah kita jadikan sebagai peringatan bagi kita, sebagai pembelajaran bagi kita.. Allah maha Pengampun bukan? Jadi jikalau memang ini merupakan pertanda datangnya hari kiamat, setidaknya kita sudah bertobat disisa waktu yang kita punya.. dan jika ini merupakan teguran dari Allah atas kelalain dan maksiat yang telah kita lakukan setidaknya jika kita memulai dan niat untuk tobat dari sekarang, insya Allah, dengan izin Allah melalui bencana yang kita hadapi selama ini, menjadi pemersatu dan faktor pengumpul kita di surge nya Allah.. Aamiin Ya Rabbal Alamin.. saya menulis ini, bukan berarti saya merasa diri saya benar dan sudah termasuk golongan yang lurus,akan tetap karena saya sadar.. saya menjadi salah satu tersangka terjadi bencana ini. Wallahuallam…

Comments

Popular posts from this blog

Review Wirda Mansur's 4th book "Remember me & I will Remember you"

MODERASI BERAGAMA DI ERA 4.0

Lirik lagu dan arti Gravity oleh Sara Bareilles