Ceramah singkat "Bahaya Lidah"
BAHAYA
LIDAH
“Mulut
mu harimau mu” pepatah ini mengingatkan kita agar lebih hati-hati dalam berucap
dan mengeluarkan penyataan. Bahwa sumber dari segala bencana di dunia ini bukan
pada bencana alam, letusan gunung berapi,gempa,dll. Melainkan bersumber pada
mulut kita sendiri. Lidah tidak bertulang, maka lidah mudah sekali untuk
digerakkan, baik dalam berbicara hal-hal kebaikan, maupun berbicara dalam hal
keburukan.
Saudara, saudari yang
insyaAllah di rahmati Allah
Ketika
kita berbicara, dan berbicara mengenai hal-hal yang baik, maka kita adalah
orang yang beruntung, dan kita akan mendapatkan pahala akan hal itu. Akan
tetapi, apabila kita berbicara mengenai suatu keburukan/kejelekan maka tentunya
kita kita pun akan mendapat ganjaran. Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Ahzab
ayat 70:
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman,bertakwalah
kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar”
Saudara,
saudari yang insyaAllah di rahmati Allah
Dalam
ayat tersebut jelas bahwa Allah SWT memerintahkan hambaNya menggunakan lidah
nya dengan baik. Dan meskipun hal ini dianggap sepele karema mungkin kita
berfikir masih banyak amalan lain yang bisa menambah amalam kita, tapi ingat..
Q.S Az-Zalzalah ayat 7&8 !!
Saudara,
saudari yang insyaAllah di rahmati Allah
Lidah
adalah salah satu karunia Allah SWT yang tentunya harus di syukuri, yang dapat
mendatangkan kebaikan kepada kita, semisal menggunakan lidah sebagai sarana
untuk kita senantiasa bershalawat, dzikir,berdakwah dan banyak hal lain yang
insya Allah dapat mendatangkan berkah bagi kita. Tapi, tidak sedikit pula hal
yang bisa mendatangkan ke kufuran bagi kita karena lidah kita ini. Hajjatul
Islam Imam Al-Ghozali dalam kitabnya “Ihya Ulumuddin” menjelaskan kurang dari
15 macam bahaya yang bisa ditimbulkan oleh lidah, 3 diantaranya yaitu:
1.Lidah
digunakan untuk bertengkar dan bantah-bantahan.
2.Lidah
digunakan untuk mengucapkan kata-kata keji.
3.Lidah
digunakan untuk menghina dan menertawakan orang lain.
3
macam diatas diantara banyaknya macam bahaya lidah. Yang tentunya merupakan
perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah, yang dilarang oleh Agama.3 macam
bahaya lidah yang saya sebutkan tadi tentunya berhubungan dengan hubungan kita
dengan sama umat, seseama manusia. Dan seperti yang kita ketahui dosa kita,
dosa yang pernah kita perbuat, dengan bertobat dan sungguh-sungguh atau tobat
nasuha insya Allah,Allah akan menghapuskan nya, kecuali dosa yang kita perbuat
kepada sesama manusia, kita harus minta maaf langsung kepada orang kita sakiti
hatinya. Akan tetapi bagaiman jika kita belum sempat memohon maaf, dan
ajal menjemput kita?.
Jadi, Saudara, saudari
yang insyaAllah di rahmati Allah, salah satu penentu bahagia atau tidaknya
seseorang, ditentukan oleh lidahnya, seperti halnya pepatah arab “SALAMATUL
INSAN,FI HIFZIL LISAN” “SELAMATNYA SESEORANG, TERGANTYNG KEPADA DAPAT ATAU
TIDAKNYA IA MEMELIHARA LIDAHNYA”
Jadi
sebagai kesimpulan mari kita hayati hadits shohih Bukhari No.6475
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari
akhir maka hendaknya dia berkata baik atau diam”
Imam
syafi’I menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah apabila seseorang hendak
berkata hendaklah ia berfikir terlebih dahulu, jika diperkirakan perkataannya
tidak akan mendatangkan mudharat, maka silahkan dia berbicara. Akan tetapi,
jika diperkirakan perkataan itu akan membawa mudharat atau ia ragu apakah
membawa atau tidak hendaknya dia tidak usah bicara.” Sebagian ulama berkata
“Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat
amal kalian , niscaya kalian akan lebih banyak diam daripada bicara”
Jadi
mari kita mencoba untuk mengontrol dan berfikir terlebih dahulu sebelum kita
berucap, jangan sampai mulut kita ini, justru kita jadikan sebagai ladang dosa,
yang akan memberatkan kita di akhirat kelak.
Comments
Post a Comment